Popular Post

“Berakhirnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi”

By : Unknown


“Berakhirnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi”
Standar Kompetensi : Memahami Perubahan Pemerintahan dan    Kerjasama Internasional.
Kompetensi Dasar : Menjelaskan Berakhirnya Masa Orde Baru dan Lahirnya Reformasi.
Tujuan Pembelajaran :
1.Menyusun Kronologi dan Mendeskripsikan Perjuangan Menumbangkan Orde Lama dan Lahirnya Orde Baru.
2.Mendeskripsikan Upaya Penataan Kehidupan Politik dan Pemerintahan.
3.Mengidentifikasikan Pembangunan Di Bidang Sosial Ekonomi Pada Masa Orde Baru
4.Mendeskripsikan Berakhirnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi.
  
1.Menyusun Kronologi dan Mendeskripsikan Perjuangan Menumbangkan Orde Lama dan Lahirnya Orde Baru.
a.Timbulnya Berbagai Kesatuan Aksi
Presiden Sukarno sebagai pucuk pimpinan pemerintah tidak mau segera mengambil tinadakan tegas terhadap G-30-s, padahal sudah jelas-jelas terbukti bahwa PKI melakukan pengkhianatan terhadap bangsa,negara,dan Pancasila.Dari sikap Presiden Sukarno timbul kesan seolah-olah melindungi PKI. Presiden menilai tindakan penculikan dan pembunuhan terhadap beberapa jendral pada tanggal 1 Oktober 1965 itu merupakan hal biasa dalam suatu revolusi. Sikap Presiden Sukarno yang demikian itu sudah tentu menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak puas di kalangan rakyat.
Ketidakpuasan rakyat itu juga dipicu oleh kondisi perekonomian Indonesia yang cukup memprihatinkan.Politik Mercusuar dan penggayanganMalaysia menambah keadaan ekonomi kita makin memburuk. Hal itu dapat dilihat dari selalu antrenya rakyat untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Inflasi makin parah.Untuk mengatasi kesulitan dalam bidang keuangan pada tanggal 13 Desember 1965 pemerintah melakukan devaluasi uang rupiah.Uang yang semula bernilai Rp.1.000,00 dijadikan Rp.1,00,dan Rp5.000,00 menjadi Rp5,00
Keadaan-keadaan diatas mempebesar tuntunan rakyat terhadap pemerintah untuk segera menyelsaikanya. Tuntunan lain dari masyarakat terhadap unsur-unsur PKI. Selain itu, penyelsaian seadil-adilnya terhadap pelaku G-30-s
Sejak awal Oktober 1965 telah terjadi demonstrasi terjadi demonstrasi menuntut pembersihan dan pembunuhan dan pembubaran PKI.Demonstrasi terjadi di berbagai daerah,seperti di Jakarta dan didaerah-daerah di Jawa tengah. Di Pekalongan berlangsung rapat akbar yang dihadiri oleh berbagai golongan,seperti NU,Parkindo,IPKI,PSII,PNI,Muhammadiyah,Ktolik,HMI,PII,dan Al Irsyad. Dalam rapat akbar itu mereka mengutuk tindakan G-30-s
Di Jakarta kemudian timbul kesatuan-kesatuan aksi yang dipelopori oleh para mahasiswa. Kesatuan aksi yang dipelopori oleh para mahasiswa. Kesatuan aksi yang segera di bentuk adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Langkah ini diikuti oleh para pelajar dan pemuda yang membentuk Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI),Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI),Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI). Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI),dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI)
Berbagai kesatuan tersebut menuntut penyesaian politis terhadap mereka yang terlihat G-30-S. Bersama-sama dengan orpol-ormas yang menentang dan mengutuk G-30-S,kesatuan-kesatuan aksi itu membentuk kesatuan barisan yang disebut Front Pancasila.

b.Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)
Aksi yang dilakukan oleh Gerakan 30 September segera diketahui oleh masyarakat bahwa PKI terlibat di dalamnya. Oleh karena itu berbagai elemen masyarakat melakukan demonstrasi-demonstrasi menuntut kepada pemerintah untuk membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya. Akan tetapi pemerintah tidak segera mengambil tindakan yang tegas terhadap PKI yang telah melakukan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. Apalagi kondisi ekonomi yang memburuk, harga-harga membumbung tinggi sehingga menambah penderitaan rakyat. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya kesatuan-kesatuan aksi. Pada tanggal 25 Oktober 1965 terbentuklah Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Selanjutnya diikuti oleh kesatuan- kesatuan aksi yang lain, misalnya Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI). Ketika gelombang demonstrasi yang menuntut pembubaran PKI semakin keras pemerintah tidak segera mengambil tindakan. Oleh karena itu pada tanggal 10 Januari 1966 KAMI dan KAPPI memelopori kesatuan-kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila mendatangi DPR- GR menuntut Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat yang terkenal dengan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Adapun Tri Tuntutan Rakyat itu adalah sebagai berikut.
a.Pembubaran PKI.
b. Pembersihan kabinet dari unsur-unsur G 30 S / PKI.
c. Penurunan harga/perbaikan ekonomi.

Ketiga tuntutan di atas menginginkan perubahan di bidang politik, yakni pembubaran PKI beserta ormasormasnya dan pembersihan kabinet dari unsur G30 S /PKI. Selain itu juga keinginan adanya perubahan ekonomi yakni penurunan harga.

c. Surat Perintah Sebelas Maret 1996
Aksi untuk menentang terhadap G 30 S /PKI semakin meluas menyebabkan pemerintah merasa tertekan. Oleh karena itu setelah melakukan pembicaraan dengan beberapa anggota kabinet dan perwira ABRI di istana Bogor pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Sukarno akhirnya menyetujui memberikan perintah kepada Letnan Jenderal Suharto sebagai Panglima Angkatan Darat dan Pangkopkamtib untuk memulihkan keadaan dan wibawa pemerintah. Surat mandat ini terkenal dengan nama Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (Supersemar). Berdasarkan Supersemar tersebut, Letjen Suharto mengambil langkah-langkah politk : 1.Tanggal 12 Maret  1996, PKI dengan segala ormasnya dibubarkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang di seluruh Indonesia; 2.Tanggal 18 Maret 1996 telah dilakukan pengamanan terhadap beberapa menteri dalam Kabinet Dwikora yang Disempurnahkan dan tokoh-tokoh yang dinilai terlibat dalam G-30-S/PKI.
Keluarnya Supersemar tersebut member kepercayaan kepada Letjen Suharto untuk mengambil tindakan demi terwujudnya keamanan dan kestabilan pemerintahan itu menandai lahirnya Orde Baru.

2.Mendeskripsikan Upaya Penataan Kehidupan Politik dan Pemerintahan.
a.Penataan Awal.
Tanggal 2 Mei 1996,KAMI mengeluarkan nota politik yang berisi penjelasan berbagai penyelewengan konstitusional terhadap pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, juga menuntut pelaksanaan UUD 194 secara murni dan konsekuen. Pada tanggal itu juga diadakan siding pleno DPR-GR dengan pidato Dahlan Ranuwiharjo, SH. Sidang itu juga mengusulkan untuk pimpinan DPR-GR tidak lagi ditunjuk oleh presiden, tetapi dipilih oleh para anggota DPR-GR dan Pimpinan tersebut tidak menjadi anggota kabinet.

b.Pemilu dan Pembentukan Pemerintahan Berdasarkan UUD 1945.
Demokrasi liberal uang terlalu mendambakan kebebasan ternyata justru telah menciptaka ketidakstabilan politik. Sebagai upaya permunian demokrasi Pancasila, pemerintah Orde Baru mulai melaksanakan pemilu yang dimulai tanggal 2 Juli 1971.

c.Penataan Kembali Politik Luar Negeri Indonesia.
Pada masa Orde Baru, bangsa Indonesia sudah bertekad untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dalam rangka penataan kembali politik luar negeri itu, Indonesia telah mengambil beberapa langkah penting yang sangat menentukan didalam kehidupan internasional diantaranya : 1.Indonesia Kembali Menjadi Anggota PBB ; 2.Pengehentian konfrontasi dengan Malaysia.

3.Mengidentifikasikan Pembangunan Di Bidang Sosial Ekonomi Pada Masa Orde Baru.
a.Perencanaan Pembangunan.
Pada masa Orde Baru, kegiatan pembangunan secara bertahap segera dilaksanakan dengan berbagai persiapan yang mulai diupayakan. Berdasarkan stabilitas nasional, pembangunan nasioanal di Indonesia di segala bidang dapat dilaksanakan.  Tujuan pembanguna nasional adalah mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur secara merata, baik materil maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

b.Pelaksanaan Pembangunan.
Demi tercapainya tujuan pembangunan nasional yang begitu luas itu, pembangunan tidak mungkin dilakukan secara serentak. Pembanguna perlu dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, disusunlah tahapan-tahapan pembangunan yang dikenal dengan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun)I sampai dengan V yang berlangsung secara 25 tahun itu dikenal sebagai Pembangunan Jangka Panjang Tahap Pertama. Rencana selanjutnya adalah pembangunan selama 25 tahun kedepan yang disebut Pembangunan  Jangka Panjang Tahap Kedua. Setiap tahapan dilaksanakan selama 5 tahun, yaitu pelita.
c.Hasil-Hasil pembangunan.
Sasaran tiap-tiap pelita adalah : 1.Pangan ; 2.Sandang : 3.Perbaikan Prasarana ; 4.Perluasan Lapangan Kerja ; 5. Perumahan Rakyat ; 6.Kesejahteraan Rohani.

4.Mendeskripsikan Berakhirnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi.
Orde Baru di bawah Presiden Suharto telah berhasil melaksanakan pelaksanaan pembangunan nasional terlebih pembangunan fisik sarana prasarana dan pembangunan bidang ekonomi. Namun, kemakmuran yang dicapai dalam pembangunan ekonomi belum merata sampai ke semua lapisan masyarakat. Begitupun dengan politik, tidak begitu menggembirakan dikarenakan Demokrasi Pancasila tidak dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya dengan alas an menciptakan stabilitas nasional.
Gerakan Reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 merupakan gerakan dari berbagai komponen masyarakat yang melakukan perubahan dalam pembaharuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gerakan reformasi ini muncul karena kondisi politik, sosial, dan ekonomi Indonesia tidak memihak pada kepentingan rakyat.

D. Berakhirnya Orde Lama
setelah turunnya presiden soekarno dari tumpuk kepresidenan maka berakhirlah orde lama.kepemimpinan disahkan kepada jendral soeharto mulai memegang kendali.pemerintahan dan menanamkan era kepemimpinanya sebagai orde baru konsefrasi penyelenggaraan sistem pemerintahan dan kehidupan demokrasi menitipberatkan pada aspek kestabilan politik dalam rangka menunjang pembangunan nasional.untuk mencapai titik-titik tersebut dilakukanlah upaya pembenahan sistem keanekaragaman dan format politik yang pada prinsipnya mempunyai sejumlah sisi yang menonjol, Yaitu:
        adanya konsep difungsi ABRI
        pengutamaan golonga karya
        manifikasi kekuasaan di tangan eksekutif
        diteruskannya sistem pengangkatan dalam lembaga-lembaga pendidikanpejabat
        kejaksaan depolitisan khususnya masyarakat pedesaan melalui konsep masca mengembang [flating mass]
        karal kehidupan pers
konsep diafungsi ABRI pada masa itu secara inplisit sebelumnya sudah ditempatkan oleh kepala staf angkatan darat.mayjen A.H.NASUTION tahun 1958 yaitu dengan konsep jalan tengah prinsipnya menegaskan bahwaperan tentara tidak terbatas pada tugas profesional militer belaka melainkan juga mempunyai tugas-tugas di bidang sosial politik dengan konsep seperti inilah dimungkinkan dan bahkan menjadi semacam kewajiban jikalau militer berpatisipasi dan bidang politik penerapan konjungsi ini menurut pennafsiran militer dan penguasa orde baru memperoleh landasan yuridi konstitusional di dalam pasal 2 ayat 1 UUD 1945 yang menegaskan majelis permusyawaratan rakyat.

Lahirnya Orde Baru

Orde baru  adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia . Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama.
Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.
Pada 1968MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 19731978198319881993, dan 1998.
Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya.
Pada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Orde Lama atau Orde Baru. Pengucilan politik - di Eropa Timur sering disebut lustrasi - dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasauntuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru.
Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. KTP ditandai ET (eks tapol).
Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.
Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwi tujuan, bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Dengan ditopang kekuatan GolkarTNI, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional, Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi.

- Copyright © Debby's Blog - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -